Call us today 0363-23074

Quick Info : Kami Keluarga Besar Mandiri Bina Cipta mengucapkan SELAMAT IDUL FITRI…

Perkembangan Koperasi Indonesia dan Tantangannya menghadapi Era Industri 4.0

Ditulis pada 28 Oct 2020 oleh putu mardika, hits : 245

Koperasi adalah upaya bersama yang ditujukan untuk kepentingan bersama tanpa menghilangkan peranan pridabi karena masing-masing anggota memiliki hak untuk berperan serta. Paul Hubert Chasselman (dalam Djohan, 2019:1.4) menyatakan bahwa koperasi merupakan sistem ekonomi dengan muatan sosial (cooperation is an economic system with social content). Ewell Paul Roy, Ph.D (dalam Djohan, 2019:1.4) menyebutkan bahwa koperasi adalah suatu perkumpulan, biasanya berbadan hukum, mempunyai tujuan ekonomi yang dibentuk oleh dan untuk orang-orang atau perusahaan yang memiliki kebutuhan sama, yang memberikan modal yang sama atau seimbang serta memperoleh pelayanan dan manfaat yang seimbang dari koperasi tesebut. Koperasi sebagai salah satu bentuk dari perekonomian kerakyatan yang bersumber dari UUD 1945 dan Pancasila yang mengandung ciri khas dari bangsa ini (gotong royong). Koperasi merupakan amanat Pasal 33 ayat (1) UUD 1945 “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”. Dalam penjelasan ayat (1) pasal 33 UUD 1945, koperasi merupakan bangun perusahaan yang sesuai dengan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Sejak itu pembangunan koperasi menjadi gerakan nasional, dimana pemerintah sangat aktif berperan dan menjadikannya sebagai bagian dari pembangunan perekonomian nasional.

Prinsip dasar koperasi adalah keanggotan bersifat sukarela, pengelolaan dilakukan secara demokratis, pembagian sisa hasil usaha dilakukan dengan adil, pemberian balas jasa yang terbatas pada modal, semangat kesetiakawanan dan tolong menolong dan kemandirian (Hamid, 2020:5.17). Prinsip-prinsip koperasi pada dasarnya bersifat teap dan berlaku umum dimana saja dan kapan saja.  Meskipun demikian, perumusannya bisa berbeda-beda, yang pada umumnya dimuat pada undang undang koperasi masing-masing negara. Prinsip-prinsip koperasi merupakan fondasi dan kerangka dasar dari bangunan koperasi itu. Prinsip koperasi sekaligus merupakan ciri dan identitas koperasi yang memedakannya dengan bentuk-bentuk badan usaha lainnya. Prinsip-prinsip koperasi merupakan pedoman untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari, baik dalam bidang organisasi, usaha maupun keuangan/permodalan. ICA (1995 dalam Djohan, 2019:1.23) menyatakan bahwa prinsip-prinsip koprasi merupakan penuntun/pedoman yang digunakan oleh koperasi untuk melaksanakan nilai-nilai (menolong diri sendiri, tanggung jawab sendiri, demokrasi, persamaan, keadilan dan kesetiakawanan) dalam praktik.

Selama ini koperasi belum berperan secara optimal bagi perkembangan ekonomi Indonesia karena berbagai maslaah struktural. Masalah structural yang menghambat perkembangan koperasi adalah deregulasi yang dilakukan oleh pemerintah pada tahun 1983-1988 pada sektor perbankan dan ekspor-impor membuat koperasi tidak mampu bersaing, KUD digunakan sebagai alat politik penguasa, dan konglomerasi (korporatokrasi) yang terjadi di Indonesia (Hamid, 2020 : 5.18)

Prof. Dawam Raharjo menyatkaan bahwa koperasi merupakan aktor ekonomi yang paling tertinggal perkembangannya dibandingkan dengan BUMN dan swasta. Berdasarkan data Bappenas, perkembangan koperasi di Indonesia semakin meluas. Jumlah koperasi pada tahun 2013 mencapai 203.701 unit dengan anggota aktif sebesar 35,258 juta. Partisipasi anggota dan volume usaha di Indonesia juga terus meningkat. Rasio modal sendiri terhadap modal luar koperasi yang merupakan indikator partisipasi anggota menunjukkan peningkatan dari sebesar 0,9 pada tahun 2009 menjadi sebesar 1,1 di tahun 2013. Kondisi perkembangan koperasi yang terjadi berbeda dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019. Berdasarkan data yang diperoleh dari laman resmi Kementerian Koperasi dan UMKM, jumlah koperasi dari tahun 2015 sampai 2019 mengalami penurunan. Berdasarkan data yang diperoleh dari data koperasi di laman resmi Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah koperasi pada tahun 2015 sebanyak 2.1.135 unit, menurun menjadi 208.195 unit di tahun 2016. Jumlah tersebut menurun sebesar 1,88%. Pada tahun 2017, jumlah koperasi sebanyak 152.174 unit atau menurun sebesar 26,91?ri tahun sebelumnya.  Jumlah koperasi di tahun 2018 sebanyak 126.343 unit atau menurun sebesar 16,97?n pada tahun 2019 ada sebanyak 123.048 unit koperasi (turun 2,61?ri tahun sebelumnya).

Penurunan jumlah koperasi dari tahun 2015 ke  tahun 2016 berkontribusi pula pada penurunan jumlah anggota koperasi dari 37.783.160 orang pada tahun 2015 menjadi 11.842.415 orang di tahun 2016. Jumlah tersebut menurun sebesar  25.940.745 atau sebesar 68,66%. Selanjutnya dari tahun 2016 sampai tahun 2019 jumlah anggota koperasi mulai meningkat. Jumlah anggota koprasi pada tahun 2019 sebanyak 22.463.738 orang. Jumlah tersebut masih belum mampu melampaui jumlah anggota koprasi tahun 2015. Jika dibandingkan antara jumlah anggota koperasi tahun 2019 dengan tahun 2015  mengalami penurunan sebesar  15.319.422 orang atau sebesar 40,55%.

Camelia Fanny Sitepu, (2018) menyatakan bahwa perkembangan koperasi masih menghadapi masalah-masalah baik di bidang kelembagaan maupun di bidang usaha koperasi itu sendiri. Menurut Baharuddin dalam  Sianipar (2015)  faktor penghambat dalam pembangunan koperasi adalah kurangnya dedikasi pengurus terhadap kelangsungan hidup koperasi.Ini berarti bahwa kepribadian dan mental pengurus,pengawas,manajer belum berjiwa koperasi sehingga harus diperbaiki lagi.

Berdasarkan pendapat tersebut di atas dan fakta yang ada dilapangan,  beberapa kendala yang menyebabkan lesunya koperasi terhadap kemajuan ekonomi bangsa, diantaranya yaitu : (1) kurangnya komitmen anggota, (2) tingkat sosialisasi dan partisipasi anggota koperasi masih rendah, (3) manajemen koperasi yang belum profesional, (4) Kondisi modal keuangan yang masih minim, (5) Sumber daya manusia yang belum mendukung jalannya koperasi, (6) Kurangnya kesadaran masyarakat, (7) Pemerintah masih terlalu memanjakan koperasi.

Sumber  :

  • Camelia Fanny Sitepu. 2018. Perkembangan Ekonomi Koperasi Di Indonesia. Jurnal Ilmian Universitas Negeri Medan
  • Djohan, Djabaruddin, 2019. Materi Pokok Perkoperasian, Ed. 2. Tangerang : Universitas Terbuka
  • Hamid, Edy Suandi.2020. Perekonomian Indonesia (BMP ESPA4314). Tanggerang Selatan : Universitas Terbuka
  • https://www.bappenas.go.id/files/5614/2683/7313/Warta_KUMKM__2014_Vol2._No1.pdf
  • http://www.depkop.go.id/data-koperasi
January 2021
SuMoTuWeThFrSa
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31      
GALERI VIDEO