Call us today 0363-23074

Quick Info : Ayooo buruan ikut kursus di Mandiri Bina Cipta [MBC]!! Dalam…

Kesiapan Ekonomi Indonesia dalam Menghadapi Globalisasi

Ditulis pada 10 Nov 2020 oleh putu mardika, hits : 136

Fenomena globalisasi tidak bisa dihindari lagi oleh masyarakat dunia. Namun, hasil kajian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan Indonesia ternyata belum siap menghadapi fenomena tersebut, terutama di bidang ekonomi. Hal ini mengemuka pada seminar Indeks Kesiapan Masyarakat dalam Merespons Global Village , di LIPI Jakarta. Dalam paparannya, Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain mengungkapkan, globalisasi diyakini menjadi faktor pengungkit dalam membangun tata kelola pemerintahan, praktek demokrasi, aktivitas ekonomi, dinamika sosial dan interaksi budaya. Pudarnya batasan budaya dan interaksi masyarakat menciptakan suasana borderlessworld yang merupakan situasi hilangnya batas-batas sosial. (sumber: lipi.go.id)

LIPI telah melakukan survei dengan jumlah responden sebanyak 4.561 orang di tiga daerah untuk mengukur Indeks Kesiapan Masyarakat (IKM). Tiga daerah tersebut yaitu provinsi Sumatera Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan. Hasil survei menunjukkan angka absolut IKM dari ketiga provinsi sebesar 51,25 dari angka minimum 26,77 dan maksimum 82,20 dari skala 1-100. Hasil surveu cukup mengejutkan, masyarakat di tiga provinsi tersebut masih relatif belum siap dalam menghadapi fenomena globalisasi, terutama dalam bidang ekonomi (sumber: lipi.go.id)

Dalam BMP Perekonomian Indonesia disebutkan bahwa Indonesia tidak memiliki daya saing nasional di tengan pasar global karena praktik kolusi, korupsi dan nepotisme yang terjadi di seluruh bidang kehidupan terutama pada bidang ekonimi. Indonesia umumnya memiliki daya saing atas produk-produk primer atau industri karena ditopang input yang murah seperti produk-produk yang bersifat padat karya karena upah buruh murah. Dengan kondisi seperti itu pastinya sulit bagi Indonesia menembus pasar global (sumber: BMP ESOA4314 hal 9.7).

Jangankan menghadapi globalisasi ekonomi, menghadapi perdagangan bebas dengan cina pun Indonesia sudah kelabakan. Erwin Aksa sebagaimana dikutip oleh Sumiati dalam https://www.topbusiness.id/ menegaskan pentingnya belajar dari kegagalan Indonesia ketika berdagang dengan China. Kesalahan terbesar Indonesia adalah Indonesia tidak pernah belajar dari sejarah. Enam tahun sebelum perdagangan bebas dengan China diberlakukan, Indonesia tidak mempersiapkan diri dengan baik dan bahkan tampak santai menghadapinya dan Indonesia hanya ikut arus dan mengalir begitu saja. Sedangkan China telah bekerja keras membangun daya saingnya sehingga ketika memasuki perdagangan bebas, otot-otot bisnisnya sudah kuat. Dan Indonesia terkaget-kaget dalam menghadapinya karena ternyata daerah Glodok, Kemayoran, Tanah Abang, Cipulir diserbu produk-produk China. Kala itu Indonesia hanya mengandalkan ekspor sumber daya alam. Padahal sebelum perdagangan bebas dimulai Indonesia telah mengekspor sumber daya alam karena menjadi kebutuhan dasar industri disana. Dalam hal daya saing Indonesia saat ini masih kalah dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand (sumber : https://www.topbusiness.id/)

Berdasarkan data dan fakta tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa ekonomi  Indonesia masih belum siap menghadapi globalisasi.

Sumber : 
Edy Suandi Hamid, 2020. Perekonomian Indonesia (BMP ESPA4314). Tanggerang : Universitas Terbuka
https://www.topbusiness.id/17046/kesiapan-indonesia-menghadapi-masyarakat-ekonomi-asean.html
http://lipi.go.id/berita/masyarakat-indonesia-belum-siap-hadapi-globalisasi/10424

January 2021
SuMoTuWeThFrSa
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31      
GALERI VIDEO