Call us today 0363-23074

Quick Info : Dalam upaya ikut serta mewujudkan program wajib belajar, maka Mandiri…

Penerapam Metode Remidial untuk mengatasi Kesulitan Belajar Siswa

Ditulis pada 25 May 2019 oleh putu mardika, hits : 261

Dunia pendidikan merupakan suatu wadah atau lembaga, untuk mencetak tenaga-tenaga yang berkualitas dan berdaya guna. Untuk mencapai tujuan tersebut maka setiap siswa hendaknya mendapat kesempatan dan pelayanan yang baik agar dapat berkembang secara optimal sesuai dengan kemampuan, bakat serta minat yang dimilikinya. Perbedaan-perbedaan individu seperti kecerdasan, bakat, minat serta latar belakang sosial, biologis, sosial budaya, ekonomi, dan sebagainya, diasumsikan berpengaruh terhadap hasil belajar pada siswa.

Sistem pengajaran klasikal masih diberlakukan, maka para siswa yang ada di dalam kelas, diasumsikan mempunyai kemampuan yang tidak sama, ada siswa yang cepat, sedangkan ada pula siswa yang lamban dalam mengikuti pelajaran, serta diasumsikan memiliki kemampuan yang tidak sama karena ada siswa yang memiliki kemampuan cepat, sedangkan ada pula yang lambat. Hal ini disebabkan karena berbagai faktor seperti kesiapan mental, pengalaman belajar, perhatian orang tua, pengaruh lingkungan dan sebagainya.

Setiap guru mengharapkan semua anak didiknya dapat belajar dengan baik dan mampu menguasai materi pelajaran yang telah diajarkan untuk diberikan secara tuntas baik secara klasikal maupun individual. Tuntas maksudnya 60% dari materi yang diajarkan mampu diserap dan dikuasai oleh pebelajar (secara klasikal). Sedangkan tuntas secara individual maksudnya apabila materi yang telah diajarkan 65% mampu dikuasai pelajar. Dengan harapan setiap tujuan yang ingin dicapai dalam suatu pelajaran dapat tercapai. Seluruh anak dalam kelas diharapkan mampu menguasai materi pelajaran yang diberikan secara tuntas sebelum diajukan pada materi berikutnya.

Dalam setiap proses pembelajaran di kelas, seringkali dijumpai adanya siswa yang prestasi belajarnya selalu jelek dan jauh dibawah target yang diharapkan sekolah yaitu dengan standar ketuntasan 6,0 bila mengacu pada prestasi harapan sekolah sebagai kreteria batas ketentutasan belajar siswa, maka prestasi di bawah 6,0, dikelompokkan sebagai siswa yang mengalami kesulitan belajar. Demikian pula halnya sikap prilaku yang tidak diharapkan oleh guru ataupun sekolah juga dapat diidentifikasi sebagai siswa yang mengalami kesulitan –kesulitan belajar siswa.

Disadari bahwa di dalam setiap proses pembelajaran yag dilaksanakan guru harus menyadari bahwa pebelajar yang diajarnya terdiri dari berbagai macam motivasi, minat, bakat kemampuan, pembawaan, intelektual atau kecerdasan, kecepatan belajar, serta perhatian yang berbeda satu dengan yang lainnya. Kesulitan atau ketidak berhasilan para siswa dalam belajar disebabkan oleh dua faktor yaitu: faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang dimaksud adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu pebelajar, baik yang bersifat biologis maupun yang bersifat psikologis. Sedangkan yang dimaksud dengan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar individu, baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Dalam proses belajar mengajar semestinya guru menyadari bahwa pebelajar yang dihadapi mempunyai keanekaragaman seperti bakat, pembawaan, IQ kecerdasan, kecepatan belajar serta perhatian yang dimilikinya, sehingga tingkat penguasaan belajar siswa berbeda antara satu dengan yang lainnya. Hal ini sesuai dengan pendapat Caroll (dalam Ischak dan Warji 1987:24) mengatakan bahwa pembawaan adalah jumlah waktu yang dipergunakan oleh siswa untuk menguasai suatu bahan atau materi pelajaran”. Dalam proses belajar mengajar ada beberapa siswa yang memerlukan bantuan baik didalam mencerna bahan.

Berdasarkan pendapat di atas, maka hal ini berarti sejumlah waktu yang diperlukan oleh siswa untuk mencapai pada tingkat penguasaan tertentu terhadap suatu bahan atau materi pelajaran dalam kondisi belajar yang ideal. Jadi siswa yang memiliki pembawaan atau IQ tinggi akan dapat menguasai bahan dan materi pelajaran dalam waktu yang relatif lebih singkat dibandingkan dengan siswa yang memiliki IQ rendah, atau dengan kata lainsiswa yang berbakat akan lebih cepat menguasai materi pelajaran daripada siswa yang kurang berbakat. Berdasarkan uraian tersebut, bahwa penguasaan materi pelajaran dapat dicapai oleh siswa baik yang berbakat maupun kurang berbakat, asalkan kepadanya diberikan waktu yang cukup dan pelayanan yang tepat. Disamping itu, penggunaan metode pembelajaran juga berperan dalam pencapaian tujuan pembelajaran.

Salah satu metode pembelajaran yang dapat diterapkan untuk menanggulangi kesulitan belajar para siswa seperti yang telah diuraikan yaitu melalui pengajaran perbaikan (remedial).

Djunhun, (dalam Surya, 1975:109) menyatakan bahwa pengajaran remidi yaitu bentuk pengajaran yang diberikan kepada seorang murid untuk membantu memecahkan kesulitan belajar yang dihadapinya. Kegiatan ini dilakukan secara terprogram dan sistematis. Sebelum pelaksanaan kegiatan perbaikan (remedial), terlebih dahulu harus diketahui sifat kesulitan belajar yang dialami oleh para siswa dan dapat diatasi sedini mungkin, sehingga tujuan yang diharapkan bisa tercapai. 

Hakekat Pengajaran Remedial

Dalam proses belajar mengajar tidak semua siswa mampu menyerap pelajaran yang telah diberikan sesuai dengan yang diharapkan. Atau dengan kata lain siswa tersebut belum tuntas dalam mengikuti pelajaran pada pokok pembahasan atau sub pokok pembahasan tertentu. Jika ternyata hasil yang dicapai tidak memuaskan ini berarti siswa masih dipandang belum mencapai hasil belajar yang diharapkan, sehingga masih diperlukan suatu proses pengajaran yang dapat membantu siswa dalam hal ini adalah melalui bentuk pengajaran remidi/perbaikan kepada siswa yang belum tuntas dalam mengikuti pelajaran.

 Pengertian Remidial

Remedial berasal dari bahasa latin, yang terdiri dari kata “e” berarti kembali dan “mederi” berarti menyembuhkan. Remedial berarti menyembuhkan kembali (Tarigan, 1990:41). Dalam pengajaran remidi, yang disembuhkan, diperbaiki, dan dibetulkan adalah keseluruhan proses belajar, metode mengajar, materi pelajaran, alat belajar dan lingkungan yang turut serta mempengaruhi proses belajar mengajar. Melalui pengajaran remidi siswa yang mengalami kesulitan belajar dapat dibetulkan atau disembuhkan sehingga dapat mencapai hasil yang diharapkan sesuai dengan kemampuannya. Pengajaran remidi/ perbaikan dapat diartikan sebagai suatu bentuk pengajaran yang bersifat penyembuhan atau pembetulan atau pengajaran yang membuat menjadi baik (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1982/1983:52)

Sementara itu Natawijaya (1984:52) mengatakan remedial teaching (pengajaran perbaikan) diberikan kepada siswa atau beberapa orang siswa yang menurut hasil penilaian masih mengalami kesulitan-kesulitan tertentu dengan pelajarannya. Dalam usaha mewujudkan prinsip belajar tuntas sesuai dengan ketentuan yang ada dalam kurikulum maka siswa yang mengalami kegagalan perlu diberikan pengajaran perbaikan.

Supriyono (1990:145) mengatakan, dalam proses belajar mengajar siswa diharapkan dapat mencapai hasil sebaik-baiknya sehingga bila ternyata ada siswa yang belum berhasil / belum tuntas sesuia dengan harapan maka diperlukan suatu proses pengajaran perbaikan yang membantu agar tercapainya hasil yang optimal sesuai dengan harapan.

Pengajaran perbaikan merupakan suatu cara mengajar dengan memberikan latihan-latihan atau pengulangan materi yang telah dipelajari siswa, sehingga memperoleh suatu keterampilan tertentu sesuai dengan yang diharapkan, (Program akta mengajar V-B, 1983)

Berdasarkan pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan;Pengajaran remidi adalah suatu bentuk pengajaran yang ditujukan kepada siswa atau beberapa orang untuk memperbaiki kesulitan materi pelajaran yang sedang dihadapi oleh siswa sehingga dapat mencapai hasil belajar yang optimal sesuai dengan kemampuan masing-masing. Teknik pengajaran Remidi dilaksanakan setelah diadakan diagnosa terhadap kesulitan belajar untuk mengetahui kesulitan yang dialami siswa, diagnosa dapat dilakukan lewat observasi dan pengumpulan data.

Tujuan Pengajaran Remidi

Sunarti, (1990:59) mengatakan secara umum tujuan pengajaran Remidi tidak berbeda dengan tujuan pengajaran pada umumnya yaitu agar setiap siswa dapat mencapai prestasi belajar sesuai dengan tujuan yangtelah ditetapkan.

Disamping tujuan umum Remidi seperti yang telah disebutkan, maka berikut ini akan diuraiakan tujuan khusus secara terperinci. Adapun tujuan tersebut yaitu: (1) Memahami dirinya menyangkut prestasi belajarnya baik kekuatan maupun kelemahan serta kesulitannya, (2) dapat memperbaiki cara-cara belajar kearah yang lebih baik sesuai dengan kesulitan yang dialami, (3) dapat memilih materi dan fasilitas secara tepat, (4) dapat mengatasi hambatan belajar yang menjadi latar belakang kesulitannya, (5) dapat mengembangkan sikap dan keleluasaan yang baku sehingga mendorong tercapainya hasil belajar yang lebih baik dan (6) dapat melaksanakan tugas-tugas belajar yang diberikan.

August 2020
SuMoTuWeThFrSa
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031     
GALERI VIDEO
NEW ARTICLES
Peranan dan Fungsi Pendidikan Kesetaraan

Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dan strategis bagi penyiapan generasi penerus suatu bangsa. Oleh karena itu setiap negara memberikan…

PENERAPAN METODE DISKUSI DALAM PEMBELAJARAN

Pada hakekatnya diskusi ialah suatu metode untuk menyelesaikan masalah-masalah dengan proses berfikir secara kelompok. Kata diskusi berasal dari bahasa latin…

Penerapam Metode Remidial untuk mengatasi Kesulitan Belajar Siswa

Dunia pendidikan merupakan suatu wadah atau lembaga, untuk mencetak tenaga-tenaga yang berkualitas dan berdaya guna. Untuk mencapai tujuan tersebut maka…

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DALAM PEMBELAJARAN IPA

Berbagai metode dapat dikembangkan dan digunakan dalam suatu kegiatan pembelajaran. Metode pembelajaran adalah cara dalam menyajikan (menguraikan materi, memberi contoh…

PROFESIONALISME KERJA

Profesionalisme merupakan suatu tingkah laku, suatu tujuan atau suatu rangkaian kwalitas yang menandai atau melukiskan coraknya suatu “profesi”.   Profesionalisme…