Call us today 0363-23074

Quick Info : Dalam upaya ikut serta mewujudkan program wajib belajar, maka Mandiri…

Audit Berbasis Risiko

Ditulis pada 09 May 2021 oleh putu mardika, hits : 234

Salah satu tujuan audit manajemen adalah untuk melakukan evaluasi efisiensi, efektivitas, dan ekonomis terhadap kegiatan-kegiatan operasional organisasi. Pengujian tersebut dapat dilakukan dengan membandingkan antara input, proses, output dan outcome. Oleh karena itu identifikasi terhadap keempat unsur tersebut perlu dilakukan disamping juga perlu melakukan identifikasi atas risiko-risiko yang mungkin terjadi. Pemetaan risiko dapat membantu auditor untuk menganalisisi risiko beserta dampaknya yang signifikan sehingga perlu dijadikan prioritas.Risiko yang memiliki tingkat kemungkinan terjadi paling besar dan dampak paling signifikan aruslah yang diutamakan penanganannya.

Pelaksanaan evaluasi efisiensi, efektivitas dan ekonomis, penilaian risiko serta pengendalian organisasi menuntut auditor untuk menggunakan metode-metode dalam auditnya dan salah satunya adalah audit berbasis risiko.

Audit berbasis Risiko merupakan sebuah metode yang membantu auditor untuk menghubungkan antara audit internal dengan seluruh kerangka manajemen risiko, yang memungkinkan proses audit internal mendapatkan keyakinan memadai bahwa manajemen risiko organisasi telah dikelola dengan memadai sehubungan dengan risiko yang dapat diterima (risk appetite).
Audit berbasis risiko perlu dijalankan oleh organisasi agar memberikan jaminan bahwa risiko-risiko yang mungkin dihadapi oleh organisasi telah dikelola dengan baik sehingga tidak akan memberikan dampak yang negatif untuk organisasi dan memberikan nilai tambah bagi organisasi.
Kurniawan  (dalam utami, 2020) menyebutkan bahwa tujuan dari pelaksanaan audit menggunakan metode Audit berbasis risiko yaitu untuk memberikan jaminan yang independen bahwa beberapa hal-hal dibawah ini telah tercapai :
1). Proses-proses manajemen risiko yang telah ditetapkan oleh manajemen telah berjalan sebagaimana yang diharapkan oleh organisasi.
2). Manajemen Resiko telah didesain dengan baik.
3). Berbagai respon atas risiko yang dibuat oleh manajemen adalah mencukupi dan efektif untuk menekan risiko-risiko oleh manajemen ke tingkat yang dapat diterima oleh organisasi.
4). Telah menetapkan kerangka kerja pengendalian yang baik agar dapat memitigasi risiko-risiko yang mungkin muncul.

Griffiths (2006) menyebutkan bahwa Pelaksanaan Audit berbasis risiko terbagi dalam 3 tahap yaitu :
Tahap 1 - Assesing risk maturity. Memperoleh gambaran tentang sejauh mana manajemen telah mengidentifikasi, menilai, mengelola, dan memonitor risiko untuk membantu proses perencanaan audit apa yang akan dilakukan.

Tahap 2 - Periodic audit Planning, Memilah risiko-risiko yang perlu dilakukannya audit. Mengutamakan fungsi-fungsi yang memiliki risiko diatas risk appetite.

Tahap - 3 Individual audit assignment. Tahap audit yang dilaksanakan dimana memastikan bahwa risiko-risiko telah dikelola dengan baik.

SUMBER :
UTAMI. INTIYAS, 2020. Audit Manajemen Modul 6, Tangerang Selatan; Universitas Terbuka.

November 2021
SuMoTuWeThFrSa
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    
GALERI VIDEO